Archive for the 'food combining' Category

Makin Sehat Selama Puasa Menu Food Combining Dari Sahur Hingga Buka

Kamis, Agustus 21st, 2008
Makin Sehat Selama Puasa Menu Food Combining Dari Sahur Hingga BukaDi bulan puasa yang indah ini alangkah baiknya bila kita juga melakukan detoks dengan menyantap makanan alami yang mendukung. Salah satunya adalah dengan menjalankan Food Combining secara ketat.

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci inilah saatnya untuk melakukan detoks emosi dan detoks fisiologis secara total selama sebulan penuh. Food Combining yang baik dan benar bisa membantu Anda menemukan ketenangan dan kebeningan pikiran di akhir bulan Ramadhan. Agar Anda sukses melaksanakan puasa dan menjalankan detoks alami melalui pola makan sehat alami Food Combining, berikut kiat-kiatnya.

Sahur

Waktu sahur bertepatan dengan siklus alami pembuangan. Karena itu, menu sahur seyogianya dipilih yang mudah dicerna dan tidak membebani fungsi tubuh yang sedang giat membuang. Buah potong dan/ atau jus buah merupakan pilihan paling tepat.

Bila Anda khawatir akan kelaparan di tengah hari, sahur buah bisa dicampur dengan yogurt tawar (plain yoghurt). Misalnya, yogurt diblender bersama buah atau yogurt disiramkan di atas buah potong.

Bisa pula Anda menyantap telur rebus atau telur dadar (omelet) campur sayuran, 20-30 menit setelah mengonsumsi buah. Omelet digoreng menggunakan sesedikit mungkin minyak.

Buka Puasa

Segelas jus buah suhu ruang akan segera memulihkan tenaga tanpa membuat Anda merasa kekenyangan. Pilihan lainnya, menyantap buah kering seperti kurma, kismis, sultana, atau buah aprikot kering dan minum segelas air putih suam-suam kuku atau suhu ruang.

Makan Malam

Setelah shalat Maghrib, Anda bisa menikmati makan malam. Atur menu Food Combining bergiliran antara menu protein dan menu pati (vegetarian) secara bergiliran dan selang-seling setiap hari. Ketika menikmati menu pati, usahakan Anda mencampurkan kacang-kacangan atau hasil olahannya ke dalam menu untuk mendapatkan kecukupun asupan protein dan mineral. Contohnya tempe, tahu, susu kedelai, kedelai, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau.

Semua resep telah diuji di dapur uji nirmala

SAHUR:
• Lassi Buah Khatulistiwa
• Omelet Sayuran dengan Acar Lemon

BUKA PUASA:
Jus Meramuda

MAKAN MALAM (PILIHAN)
Menu Protein:

• Satai Ikan Bumbu Woku
• Salad Sayuran
• Saus Lemon Vinaigrette
• Jus Sayuran Asam Segar

Menu Pati:
• Nasi beras merah
• Sayur Kacang Panjang Masak Asam Manis
• Salad Gampang Enak
• Jus Sayuran Hijau Segar

1. Lassi buah Kathulistiwa
untuk 2 porsi

500 ml jus jeruk manis, dari ± 1.000 g jeruk Pontianak/Medan/Garut
100 ml yogurt tawar (plain yogurt)
300 g daging buah mangga arummanis/madu, potong-potong
1 sdm air jeruk limau.

Caranya:
Proses seluruh bahan dalam blender hingga lembut.

2. Jus Meramuda
untuk 2 porsi

250 g jambu biji merah, potong-potong
600 ml jus jeruk manis, dari ± 1.200 g jeruk Pontianak/Medan/Garut

Caranya:
Proses jambu biji dan jus jeruk manis dalam blender hingga lembut. Bila perlu, saring jus hingga diperoleh jus tanpa biji-biji jambu.

3. Jus Sayuran Asam Segar
untuk 2 porsi

250 g tomat merah
250 g mentimun
250 g labu siam atau labu air
3 sdm air jeruk lemon/nipis

Caranya:
Proses tomat, mentimun dan labu dengan juice extractor. Tampung jusnya, bubuhi air jeruk lemon/nipis.

4. Jus Sayuran Hijau Segar
untuk 2 porsi

150 g sawi hijau atau bokcoi
100 g bayam
150 g sawi putih
1 sdm air jeruk lemon/nipis

Caranya:
Proses sawi hijau/bokcoi, bayam, dan sawi putih dengan juice extractor. Tampung jusnya, bubuhi air jeruk lemon/nipis.

5. Omelet Sayuran dengan Acar Lemon
untuk 4 porsi

75 g kol
150 g brokoli
2 batang daun bawang
8 butir telur
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
2 sdm minyak goreng
100 g tomat ceri
1 sdm keju cheddar serut
1 sdm daun seledri cincang

Acar Lemon:
100 g mentimun hijau (telah dibuang bijinya)
100 g wortel kupas
2 sdm air jeruk lemon/nipis
2 sdt gula pasir
¼ sdt garam
2 sdm air masak

Caranya:
1. Acar lemon: Mentimun dan wortel dipotong tipis seperti bentuk batang korek api. Campur mentimun dan wortel dengan air jeruk lemon/nipis, gula pasir, garam dan air masak. Aduk hingga rata, tempatkan dalam wadah tertutup, diamkan hingga saat diperlukan.
2. Kol dibuang tulang daunnya, kemudian iris halus. Brokoli potong menurut kuntum terkecil. Potong daun bawang 1 cm.
3. Kocok telur hingga rata, tambahkan garam dan merica bubuk, aduk rata. Sisihkan.
4. Panaskan minyak goreng dalam wajan datar diatas api sedang. Masukkan brokoli dan daun bawang, kecilkan api, tumis hingga layu dan brokoli empuk (2 menit) sambil diaduk-aduk.
5. Masukkan kol, aduk hingga rata. Tuangi telur kocok, masukkan tomat ceri, aduk-aduk cepat hingga seluruh sayuran tercampur dengan telur. Taburkan keju merata di atas telur, tutup wajan. Lanjutkan memasak hingga telur matang, angkat. Sajikan dengan taburan daun seledri. Sertakan acar lemon.

6. Sayur kacang panjang masak asam manis
Untuk 4 porsi

250 g kacang panjang
150 g tahu putih
8 butir bawang merah
3 buah cabai merah
400 g kacang merah segar
1.000 ml air
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas, memarkan
50 g asam jawa tanpa biji, remas-remas dengan 50 ml air masak, saring

Bumbu halus:
8 butir bawang merah 4 siung bawang putih
100 g gula merah iris halus
1 sdm garam

Caranya:
1. Kacang panjang dipotong 2 cm. Potong tahu putih bentuk dadu 2 cm, goreng hingga setengah kering. Panaskan wajan datar atau grill pan, taruh bawang merah dan cabai merah di atas, balik-balik hingga layu dan sebagian sisinya gosong. Bisa juga bawang merah dan cabai merah ditusuk dengan tusukan satai, kemudian dibakar.
2. Masak kacang merah, air, daun salam, dan lengkuas. Didihkan hingga kacang merah empuk.
3. Masukkan kacang panjang, dan bumbu halus. Masak hingga kacang panjang empuk dan bumbu tidak berbau langu. Masukkan tahu goreng, bawang merah, dan cabai merah, aduk. Lanjutkan memasak hingga kuah mulai pekat, angkat.
4. Setelah sayuran hangat dan menjelang disajikan, tambahkan air asam. Aduk hingga rata.

7. Salad Gampang Enak
Untuk 4 porsi

100 g mentimun
3 utas kacang panjang
150 g kol
150 g daun selada
4 sdm air masak

Bumbu halus:
10 butir kemiri, sangrai
2 cm kencur
3 buah cabai merah (buang bijinya bila kurang suka pedas)
2 sdt air jeruk lemoni
2 sdt gula pasir
1/2 sdt garam

Caranya:
1. Mentimun dipotong dadu 1/2 cm. Kacang panjang diiris tipis melintang. Kol dibuang tulang daunnya, iris halus. Daun selada dirobek-robek.
2. Tambahkan air ke dalam bumbu halus, aduk hingga rata. Masukkan sayuran, aduk sayuran hingga rata terlumuri bumbu.

8. Salad sayuran saus lemon vinaigrette
Untuk 4 porsi

100 g wortel kupas
200 g daun selada
200 g tomat
50 g taoge

Saus Vinaigrette:
100 ml minyak zaitun extra virgin
2 sdm air jeruk lemon/nipis
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir/madu alam murni

Caranya:
1. Saus vinaigrette: Aduk seluruh bahan saus hingga rata dan gula larut.
2. Wortel diiris halus seperti bentuk batang korek api. Robek-robek daun selada. Belah tomat, buang bijinya, potong 1×1 cm. Bersihkan akar taoge.
3. Campur sayuran dengan saus vinaigrette. Aduk hingga rata.

9. Satai Ikan Bumbu Woku
untuk 4 porsi

800 g fillet ikan kakap/salmon/tenggiri
2 sdm minyak goren untuk mengoles grill pan tusukan satai

Bumbu halus:
12 butir bawang merah
5 lembar daun jeruk
3 batang serai, ambil 6 cm bagian pangkalnya, iris halus
3 cm jahe
1 sdt merica
1 buah cabai merah, potong-potong
1 sdt garam

Caranya:
1. Potong fillet ikan bentuk dadu 1 1/2 cm, campur dengan bumbu halus. Aduk rata, diamkan 30 menit hingga bumbu meresap.
2. Tusukkan setiap 3-4 potong daging ikan pada tusukan satai.
3. Panaskan grill pan atau wajan datar, olesi dengan minyak goreng. Taruh ikan diatasnya, masak dan balikkan hingga ikan matang.

Sumber : Majalah Nirmala

Kenapa Tidak Belajar Dari Nenek ….?

Rabu, Juni 25th, 2008

Sejak sekitar 6 bulan lalu aku mulai mencoba FC (Food Combining) ketertarikanku bermula ketika aku merasa heran dengan kondisi tubuh aku yang udah mulai mudah capek, gampang masuk angin, dan suka sakit kepala sebelah. Aku berpikir pasti ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh aku. Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seorang ibu yang bercerita tentang produk yang dia konsumsi dan mengatakan bahwa produk itu adalah makanan organik, bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan lain sebagainya, bukannya langsung percaya namun rasa penasaran aku semakin menjadi-jadi. “internet” ini adalah dunia maya yg harus aku tuju, aku cari info sebanyak-banyaknya tentang makanan organik, sampai kemudian aku terdampar disebuah blog pelaku FC, banyak pencerahan yang aku dapat dari artikel yang mejeng di blog itu.

Sejak saat itu aku mulai getol mencari informasi tentang FC itu, mulai dari “hunting” artikel di internet sampe nyabani toko buku buat nyari buku-buku FC. Rasanya sangat bersyukur sekali aku bisa mengenal FC (walau terlambat) tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali …

Sampai suatu saat ….

Ketika berkunjung ke rumah nenek, banyak saudara yg berkomentar tentang keadaan aku, ada yg bilang kelihatan lebih segar wajahnya, lebih berseri-seri sampai ada yg bilang lebih langsing (secara emang itu tujuan lain selain sehat .. hehehe..). Kemudian dengan sedikit berbunga-bunga ceritalah aku bagaimana aku mengikuti FC …… dan … tiba-tiba … sang nenek nimbrung … “lho kok itu sama  …. aku juga begitu …..”

Haaaaa ……

Ternyata … sang nenek pelaku FC juga kalaupun beliau tidak menyadari kalau pola makan beliau adalah pola makan seperti pola FC, pantes aja di usia setua nenek hampir tidak ada keluhan penyakit …

Mengingat usahaku mengunpulkan info tentang FC yang sedemikian getolnya rasanya lucu … dan bertanya pada diriku ” kenapa tidak belajar dari nenek saja …..

Food Combining Jalan Menuju Hidup Sehat part 3…

Kamis, April 24th, 2008

KESEIMBANGAN ASAM-BASA
Selain kandungan gizi, FC juga memperhatikan sifat asam-basa makanan. Dalam pelajaran kimia dasar di sekolah pun kita diajari bahwa larutan asam (acid) dinetralkan oleh larutan basa (alkali). Demikian pula dalam hal makanan. Ada makanan yang membentuk basa. Jika asam bertemu asam, keseimbangan asam-basa dalam tubuh akan kacau. Keadaan tubuh menjadi terlalu asam. Salah satu gejala yang dirasakan adalah perut kembung, dan diare. Padahal, keseimbangan asam-basa ini perlu dijaga agar fungsi pencernaan berjalan normal. Keseimbangan asam-basa tubuh inilah yang diabaikan selama ini.
Banyak orang, bahkan para ahli gizi sekalipun, masih berasumsi bahwa kecukupan gizi setiap orang hanya bisa terpenuhi apabila mengkonsumsi makanan 4 Sehat dalam waktu bersamaan. Perhatikan bagaimana nasi dan daging selalu dijadikan primadona, sementara sayuran dan buah-buahan hanya dijadikan pengiring (yang bahkan sering tidak termakan karena sudah telanjur kekenyangan). Baik nasi dan daging termasuk makanan pembentuk asam. Bisa dibayangkan betapa kacaunya pencernaan tubuh jika dimakan bersamaan.
Keadaan ideal yang diinginkan adalah apabila keseimbangan asam-basa jaringan tubuh dan darah manusia (kecuali lambung) berada pada pH 7,35 – 7,45 atau netral cenderung basa. Keseimbangan ini bisa dijaga dengan cara mengkonsumsi lebih banyak makanan buah, sebagian besar sayur-mayur, dan rempah-rempah, karena merupakan makanan pembentuk basa.
Selain itu, secara alamiah tubuh mencerna setiap makanan dengan cara yang berbeda dan setiap makanan juga membutuhkan enzim pencernaan yang berbeda pula. Protein sendiri memerlukan proses pencernaan yang cukup lama, sekitar 4 jam, pati 3 jam, sayur-sayuran 2 jam, dan buah-buahan hanya antara 10 dan 45 menit. Sedangkan lemak atau makanan tinggi lemak butuh waktu cerna paling lama, sekitar 6-8 jam. Karena itu setelah makan makanan tertentu, sebaiknya tunggu dulu sebelum memasukkan makanan jenis lain.

MAKANAN PEMBENTUK ASAM:
Serealia/padi-padian ~ Umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, talas, kentang (kecuali kentang rebus yang dimakan bersama kulitnya) ~ Protein hewani ~ Lemak dan minyak ~ Susu (kecuali susu segar yang baru diperah) ~ Tomat yang dimasak ~ Kacang tanah ~ Makanan beragi ~ Cuka sintetis seperti cuka meja ~ Gula pasir ~ Polong-polongan seperti kacang hijau, kacang merah, kedelai ~ Alkohol

MAKANAN PEMBENTUK BASA:

Buah matang (walaupun ada rasa asam) ~ Sayuran, termasuk taoge (kecuali tomat yang dimasak) serta sayuran umbi seperti wortel, bit, lobak, radis ~ Kentang rebus yang dimakan bersama kulitnya ~ Plain yoghurt ~ Kacang-kacangan kecuali kacang tanah (seperti kenari, almon, walnut, brazil nut, pecan, pistachio) ~ Madu alam.TIPS MENJALANKAN POLA MAKAN FOOD COMBINING

Makan buah, satu macam maupun beberapa, tidak dicampur dengan makanan jenis lain. Berilah tenggang waktu 10 –15 menit sebelum mengkonsumsi makanan lain.

  1. Makanlah buah atau minum jus buah sedikit-sedikit agar tidak mengakibatkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.
  2. Ganti camilan Anda dengan buah. Boleh saja mengudap buah sepanjang hari, asal sekitar setengah jam sebelum makan, stop makan buah.
  3. Makanan tinggi protein dan tinggi pati sebaiknya tidak dimakan bersama-sama, tetapi masing-masing dikombinasikan dengan sayuran. Misalnya daging plus sayur, atau nasi plus sayur. Hindari daging plus nasi, apalagi dengan porsi sama banyak.
  4. Jika siang hari sudah makan menu tinggi protein, misalnya kombinasi daging-sayur, malam hari mesti ganti dengan menu pati-sayur. Boleh saja bertukar waktu. Artinya, menu pati-sayur di siang hari, malam hari menu protein-sayur.
  5. Sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari satu macam protein hewani pada saat yang sama. Satu jenis protein hewani sehari sudah mencukupi kebutuhan asam-asam amino. Sedangkan protein nabati boleh lebih dari satu macam, karena kandungan asam amino makanan nabati umumnya kurang lengkap. Makanan pati beberapa macam boleh dimakan bersama-sama. Misalnya nasi plus perkedel jagung.
  6. Masaklah makanan secukupnya, dengan menggunakan bahan makanan yang sesegar dan seutuh mungkin, bukan bahan olahan, instan, atau awetan. Makanan yang berkali-kali dipanaskan akan musnah khasiat gizinya.
  7. Gunakan lemak dan minyak seperlunya saja.
  8. Makanlah seberagam mungkin, baik jenis maupun cara pengolahannya. Selain menghindari bosan, juga agar tubuh tidak kelebihan dosis suatu zat gizi tertentu.
  9. Ikuti FC secara bertahap, agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan nyaman. Anda juga tidak perlu terlalu kaku menerapkan FC. Misalkan Anda ‘lalai’ (makan asal-asalan) di siang hari, bisa ditebus makan yang benar sesuai FC nanti malam. Yang penting, kebiasaan menyantap berbagai makanan secara bersamaan tidak menjadi rutinitas.

Food Combining Jalan Menuju Hidup Sehat part 2…

Kamis, April 24th, 2008

SIKLUS ALAMI TUBUH
Berdasarkan penelitian ekstensif tentang siklus fisiologi, ditemukan bahwa setiap fungsi tubuh memiliki irama aktivitas biologi yang bekerja secara sistematis dalam siklus atau putaran 24 jam tanpa henti. Proses pencernaan sendiri terdiri dari tiga siklus yang didasarkan pada tiga fungsi tubuh, yaitu menyerap (sari-sari makanan), mencerna (zat-zat makanan), dan membuang (sampah-sampah makanan). Meskipun ketiga fungsi tersebut bekerja aktif secara simultan (terus-menerus), setiap delapan jam sehari masing-masing lebih intensif dibandingkan siklus-siklus lainnya.

Pukul 12.00 – 20.00       : PENCERNAAN
Pukul 20.00 – 04.00       : PENYERAPAN
Pukul 04.00 – 12.00       : PEMBUANGAN

Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12.00 (tengah hari) dan pukul 20.00 (8 malam). Pada siklus ini energi tubuh lebih banyak dipusatkan ke fungsi pencernaan. Sepanjang siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi lambung dengan makanan padat. Kalau pada siang hari perut tak terisi, Anda akan merasa sangat lapar. Siklus penyerapan berlangsung sangat intensif antara pukul 20.00 (8 malam) dan pukul 04.00 (dini hari). Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya, sehingga Anda akan merasa grogi pada pagi harinya.  Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 (tengah hari) dan pukul 12.00 (tengah hari). Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari, tapi tidak menyadari bahwa ini adalah hal sangat alami. Karena tubuh tengah melalui siklus pembuangan. Tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan padat (misalnya nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu tersebut, malah bisa mengacaukan proses pembuangan karena kekurangan energi. FAKTA SEDERHANA
Dari beberapa fakta alamiah berikut inilah disusun prinsip-prinsip dasar FC.   Tubuh mempunya siklus-siklus pencernaan, penyerapan, dan pembuangan yang berbeda intensitasnya.

  1. Ada makanan yang boleh dikombinasikan dan dimakan bersama, ada pula yang tidak serasi untuk dikombinasikan.
  2. Setiap makanan butuh waktu pencernaan berbeda.

    Hanya dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ini, kerja pencernaan tubuh sudah bisa dijaga agar tetap dalam kondisi maksimal.
    Sebetulnya faktanya begitu sederhana. Jika fungsi pencernaan bekerja maksimal, dengan sendirinya penyerapan zat gizi akan berjalan lancar, dan pembuangan racun tubuh pun tidak terhambat. Hasilnya, pastilah tidak bisa lain adalah tubuh yang sehat.

Food Combining Jalan Menuju Hidup Sehat part 1…

Kamis, April 24th, 2008

Kesehatan adalah kunci dari kehidupan seseorang, apa indahnya hidup jika kita tidak sehat, berikut adalah salah satu cara untuk mencari kesehatan, mengatur pola makan yang sesuai dengan siklus kerja tubuh, info ini didapat dari pakar food combining indonesia yang bisa diakses di situs www.foodcombiningways.com.

 POLA MAKAN ALAMI 
Pola makan alami yang menjadi dasar FC sebenarnya sudah lama dikenal manusia. Akarnya diambil dari pola makan orang-orang Esseni (bangsa yang hidup di Palestina sekitar 2000 tahun yang lalu). Namun orang pertama yang mempopulerkan pola makan ini adalah Dr. William Howard Hay, ahli bedah kenamaan pada tahun 1920-an di AS. Makanya, pola makan ini juga dikenal sebagai Hay System Diet.
Dr. Hay sendiri telah membuktikan bagaimana penyakit ginjal kronis, pembengkakan jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama bertahun-tahun sembuh hanya dalam tiga bulan setelah menjalani pola makan FC. Bahkan seperempat bobot tubuhnya yang hampir mencapai 100 kg juga lenyap bersama penyakit-penyakitnya. Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa kesehatan dan vitalitas seseorang sangat bergantung pada pola makannya.
Lalu apa bedanya FC dengan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna yang mengutamakan keseimbangan gizi?
Dasarnya sama. FC tetap mepertahankan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna. Hanya saja, FC memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia, yakni pencernaan-penyerapan-pembuangan, yang ternyata berlainan intensitasnya pada pagi, siang, dan malam. Selain itu, dalam FC juga diperhitungkan sifat asam-basa makanan, sehingga ada kombinasi-kombinasi makanan tertentu yang tidak dianjurkan, karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.